Translate

Menerapkan Perawatan dan Perbaikan pada Engine Management System (EMS) Sepeda Motor

 

Materi Pembelajaran

Menerapkan Perawatan dan Perbaikan pada Engine Management System (EMS) Sepeda Motor.

Gambar Module Engine Management System (EMS)


Pengertian Engine Management System (EMS)

Engine Management System (EMS) adalah sistem pengendali kerja mesin sepeda motor yang menggunakan sensor, aktuator, dan ECU (Electronic Control Unit) untuk mengatur proses pembakaran agar mesin bekerja optimal, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.

Pada sepeda motor modern, EMS banyak digunakan pada sistem injeksi elektronik atau EFI (Electronic Fuel Injection).


Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

  1. Memahami fungsi Engine Management System.
  2. Mengidentifikasi komponen EMS sepeda motor.
  3. Melakukan perawatan EMS dengan benar.
  4. Melakukan pemeriksaan kerusakan EMS.
  5. Melakukan perbaikan sederhana pada EMS.

Fungsi Engine Management System

Fungsi utama EMS yaitu:

  • Mengatur suplai bahan bakar.
  • Mengatur waktu pengapian.
  • Menjaga performa mesin tetap optimal.
  • Menghemat konsumsi bahan bakar.
  • Mengurangi emisi gas buang.
  • Mempermudah proses starter mesin.

Komponen Utama Engine Management System

1. ECU (Electronic Control Unit)



Berfungsi sebagai pusat pengendali sistem injeksi dan pengapian.

2. Sensor-Sensor EMS



a. TPS (Throttle Position Sensor)



Mendeteksi bukaan gas.

b. MAP Sensor (Manifold Absolute Pressure)

Mengukur tekanan udara masuk.

c. EOT/ECT Sensor



Mengukur suhu mesin.

d. CKP Sensor (Crankshaft Position Sensor)


Mendeteksi posisi poros engkol.

e. O2 Sensor

Mengukur kadar oksigen gas buang.

f. IAT Sensor


Mengukur suhu udara masuk.


Aktuator pada EMS

Aktuator adalah komponen yang bekerja berdasarkan perintah ECU.

Contoh Aktuator:

  • Fuel Injector
  • Fuel Pump
  • Idle Speed Control
  • Ignition Coil

Prinsip Kerja EMS

  1. Sensor mendeteksi kondisi mesin.
  2. Data dikirim ke ECU.
  3. ECU mengolah data.
  4. ECU memberikan perintah ke aktuator.
  5. Mesin bekerja sesuai kebutuhan.

Perawatan Engine Management System

A. Perawatan Berkala

1. Membersihkan Injector

Tujuan:

  • Menjaga pola semprotan bahan bakar tetap baik.

Cara:

  • Gunakan injector cleaner.
  • Lakukan injector cleaning dengan alat khusus.

2. Membersihkan Throttle Body

Tujuan:

  • Menghilangkan kerak karbon.

Langkah:

  • Lepaskan saluran udara.
  • Bersihkan dengan throttle body cleaner.

3. Memeriksa Filter Udara

Filter udara kotor menyebabkan campuran bahan bakar tidak sempurna.

4. Memeriksa Busi

Periksa:

  • Warna elektroda
  • Celah busi
  • Kondisi kerak

5. Memeriksa Tegangan Aki

EMS membutuhkan suplai listrik stabil.

Tegangan normal aki:

  • Mesin mati: sekitar 12 Volt
  • Mesin hidup: 13–14 Volt

Pemeriksaan Kerusakan EMS

Gejala Kerusakan

  • Mesin sulit hidup.
  • Tarikan mesin berat.
  • Idle tidak stabil.
  • Boros bahan bakar.
  • Lampu indikator MIL menyala.

Langkah Pemeriksaan

1. Pemeriksaan Visual

Periksa:

  • Kabel putus
  • Soket longgar
  • Korosi terminal

2. Pemeriksaan Menggunakan Scanner

Scanner digunakan untuk membaca kode kerusakan pada ECU.

3. Pemeriksaan Sensor dengan Multimeter

Mengukur:

  • Tegangan
  • Hambatan
  • Sinyal sensor

Contoh Kerusakan dan Perbaikan

KerusakanPenyebabPerbaikan
Mesin brebetInjector kotorBersihkan injector
Mesin susah hidupFuel pump lemahGanti fuel pump
Idle tidak stabilThrottle body kotorBersihkan throttle body
Lampu MIL menyalaSensor rusakPeriksa dan ganti sensor
Boros BBMTPS bermasalahSetel/ganti TPS

Prosedur Keselamatan Kerja (K3)

Sebelum Bekerja

  • Gunakan alat pelindung diri.
  • Pastikan area kerja bersih.
  • Matikan kontak kendaraan.

Saat Bekerja

  • Hindari hubungan arus pendek.
  • Gunakan alat sesuai fungsi.
  • Jangan menyentuh komponen panas.

Setelah Bekerja

  • Pasang kembali semua komponen dengan benar.
  • Pastikan tidak ada kebocoran bahan bakar.
  • Lakukan pengujian mesin.

Peralatan yang Digunakan

  • Multimeter
  • Scanner EFI
  • Obeng
  • Kunci pas
  • Injector cleaner
  • Throttle body cleaner

Langkah Dasar Perbaikan EMS

1. Identifikasi Kerusakan

Cari gejala yang muncul.

2. Pemeriksaan Komponen

Periksa sensor, aktuator, dan kabel.

3. Analisis Kerusakan

Tentukan penyebab utama.

4. Perbaikan atau Penggantian

Lakukan servis atau ganti komponen rusak.

5. Pengujian Akhir

Pastikan mesin kembali normal.


Kesimpulan

Engine Management System merupakan sistem penting pada sepeda motor modern yang mengatur kerja mesin secara elektronik. Perawatan dan perbaikan EMS harus dilakukan secara teliti dengan memperhatikan prosedur pemeriksaan, penggunaan alat ukur, serta penerapan K3 agar sistem bekerja optimal dan kendaraan tetap nyaman digunakan.


Latihan Soal

  1. Apa fungsi utama ECU pada EMS?
  2. Sebutkan 3 sensor pada sistem EMS!
  3. Mengapa throttle body perlu dibersihkan?
  4. Apa akibat tegangan aki lemah pada sistem EMS?
  5. Apa fungsi fuel injector? 

Perawatan dan Perbaikan pada Sepeda Motor Listrik dan Hybrid

 

Materi Pembelajaran



Memahami Perawatan dan Perbaikan pada Sepeda Motor Listrik dan Hybrid

Pengertian Sepeda Motor Listrik

Sepeda motor listrik adalah kendaraan roda dua yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama dengan sumber energi dari baterai.

Contoh komponen utama:

  • Motor listrik
  • Baterai
  • Controller
  • Charger
  • Sistem kelistrikan

Pengertian Sepeda Motor Hybrid

Sepeda motor hybrid adalah sepeda motor yang menggunakan dua sumber tenaga, yaitu:

  1. Mesin bensin
  2. Motor listrik

Kedua sistem bekerja bersama untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

  1. Memahami prinsip kerja sepeda motor listrik dan hybrid.
  2. Mengidentifikasi komponen utama sepeda motor listrik dan hybrid.
  3. Memahami prosedur perawatan sistem listrik dan hybrid.
  4. Memahami langkah pemeriksaan kerusakan.
  5. Menerapkan prosedur keselamatan kerja pada kendaraan listrik.

Komponen Utama Sepeda Motor Listrik

1. Baterai

Berfungsi sebagai sumber energi listrik.

Jenis baterai:

  • Lithium-ion
  • Lead acid (aki)
  • Lithium ferro phosphate


2. Motor Listrik

Mengubah energi listrik menjadi energi gerak.

Jenis motor:

  • BLDC (Brushless DC Motor)
  • Hub Motor

3. Controller

Mengatur arus listrik dari baterai ke motor listrik.


4. Charger

Mengisi ulang daya baterai.


5. Sistem Kelistrikan

Meliputi:

  • Kabel
  • Sekring
  • Relay
  • Sensor

Komponen Utama Sepeda Motor Hybrid

1. Mesin Bensin

Sebagai sumber tenaga utama atau tambahan.

2. Motor Generator

Berfungsi membantu tenaga mesin dan mengisi baterai.

3. Hybrid Control Unit

Mengatur kerja sistem hybrid.

4. Baterai Hybrid

Menyimpan energi listrik.


Prinsip Kerja Sepeda Motor Listrik

  1. Baterai menyimpan energi listrik.
  2. Controller mengatur aliran listrik.
  3. Motor listrik berputar.
  4. Tenaga diteruskan ke roda.

Prinsip Kerja Sepeda Motor Hybrid

  1. Mesin bensin dan motor listrik bekerja bergantian atau bersamaan.
  2. Saat kecepatan rendah motor listrik lebih dominan.
  3. Saat tenaga besar diperlukan mesin bensin ikut bekerja.
  4. Energi pengereman dapat mengisi ulang baterai (regenerative braking).

Perawatan Sepeda Motor Listrik

1. Pemeriksaan Baterai

Periksa:

  • Tegangan baterai
  • Kondisi terminal
  • Suhu baterai
  • Kapasitas daya

Perawatan:

  • Hindari overcharge.
  • Hindari baterai benar-benar kosong.
  • Gunakan charger sesuai spesifikasi.

2. Pemeriksaan Motor Listrik

Periksa:

  • Suara abnormal
  • Panas berlebih
  • Kondisi kabel

3. Pemeriksaan Controller

Periksa:

  • Soket konektor
  • Pendinginan controller
  • Kondisi arus listrik

4. Pemeriksaan Sistem Pengisian

Pastikan:

  • Charger bekerja normal
  • Tidak ada kabel rusak
  • Waktu pengisian sesuai

Perawatan Sepeda Motor Hybrid

1. Pemeriksaan Mesin Bensin

Meliputi:

  • Oli mesin
  • Filter udara
  • Busi
  • Sistem pendingin

2. Pemeriksaan Sistem Hybrid

Periksa:

  • Baterai hybrid
  • Motor generator
  • Hybrid controller

3. Pemeriksaan Sistem Pendingin

Komponen hybrid membutuhkan pendinginan optimal agar tidak overheat.


Kerusakan Umum pada Sepeda Motor Listrik

KerusakanPenyebabPerbaikan
Motor tidak hidupBaterai lemahIsi/ganti baterai
Daya cepat habisKapasitas baterai menurunGanti baterai
Pengisian gagalCharger rusakGanti charger
Motor panasBeban berlebihPeriksa motor/controller
Lampu indikator errorSensor bermasalahReset/periksa sensor

Kerusakan Umum pada Sepeda Motor Hybrid

Kerusakan
Penyebab
Perbaikan
Konsumsi BBM boros
Sistem hybrid terganggu
Pemeriksaan ECU
Baterai hybrid lemah
Umur baterai
Ganti baterai
Mesin sulit hidup
Sensor rusak
Periksa sensor
Indikator hybrid menyala
Gangguan sistem
Scan ECU

Alat yang Digunakan

  • Multimeter
  • Scanner kendaraan
  • Kunci mekanik
  • Clamp meter
  • Battery tester

Keselamatan Kerja (K3)

Bahaya pada Kendaraan Listrik

  • Sengatan listrik tegangan tinggi
  • Korsleting
  • Kebakaran baterai

Prosedur K3

Sebelum Bekerja

  • Gunakan APD.
  • Matikan sistem utama.
  • Lepaskan konektor baterai bila perlu.

Saat Bekerja

  • Gunakan alat berisolasi.
  • Jangan menyentuh terminal terbuka.
  • Hindari area basah.

Setelah Bekerja

  • Pastikan semua konektor terpasang benar.
  • Lakukan pengecekan ulang.

Langkah Dasar Perbaikan

1. Identifikasi Kerusakan

Mencari gejala kerusakan.

2. Pemeriksaan Sistem

Memeriksa baterai, motor, controller, dan kabel.

3. Analisis Gangguan

Menentukan sumber kerusakan.

4. Perbaikan

Membersihkan, memperbaiki, atau mengganti komponen.

5. Pengujian

Melakukan test drive dan pemeriksaan ulang.


Keunggulan Sepeda Motor Listrik

  • Ramah lingkungan
  • Suara lebih halus
  • Perawatan lebih sedikit
  • Hemat energi

Kekurangan Sepeda Motor Listrik

  • Waktu pengisian baterai cukup lama
  • Harga baterai mahal
  • Jarak tempuh terbatas

Keunggulan Sistem Hybrid

  • Lebih hemat bahan bakar
  • Emisi lebih rendah
  • Performa lebih baik

Kesimpulan

Sepeda motor listrik dan hybrid merupakan teknologi kendaraan modern yang membutuhkan pemahaman khusus dalam perawatan dan perbaikannya. Pemeriksaan baterai, motor listrik, controller, dan sistem hybrid harus dilakukan secara berkala dengan memperhatikan prosedur keselamatan kerja agar kendaraan tetap aman dan optimal digunakan.


Latihan Soal

  1. Apa fungsi controller pada sepeda motor listrik?
  2. Sebutkan komponen utama sepeda motor hybrid!
  3. Mengapa baterai tidak boleh overcharge?
  4. Apa fungsi regenerative braking?
  5. Sebutkan prosedur K3 saat memperbaiki kendaraan listrik!

Mengidentifikasi alat, mesin, dan peralatan teknik mesin dasar.

 

Kelas XI Teknik Otomotif

Identifikasi alat, mesin, dan peralatan teknik mesin dasar merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa Teknik Otomotif agar dapat bekerja dengan aman, tepat, dan efisien di bengkel.

1. Pengertian

Alat Teknik



Peralatan yang digunakan untuk membantu pekerjaan secara manual maupun mekanis.

Mesin

Perangkat yang menggunakan tenaga listrik, udara, atau bahan bakar untuk mempermudah pekerjaan teknik.

Peralatan Teknik Mesin

Semua perlengkapan kerja yang digunakan dalam proses perbaikan, pengukuran, pembentukan, dan perawatan komponen otomotif.

2. Jenis-Jenis Alat Teknik Mesin Dasar

A. Alat Tangan (Hand Tools)



Digunakan secara manual oleh teknisi.

Contoh:

  • Kunci pas
  • Kunci ring
  • Kunci kombinasi
  • Kunci inggris
  • Obeng (+) dan (-)
  • Tang kombinasi
  • Tang potong
  • Palu besi
  • Kikir
  • Pahat

Fungsi:

  • Membuka dan memasang baut/mur
  • Memotong kabel
  • Membentuk benda kerja
  • Mengencangkan komponen

B. Alat Ukur



Digunakan untuk mengukur ukuran benda kerja agar presisi.

Contoh:

  • Mistar baja
  • Jangka sorong
  • Mikrometer sekrup
  • Feeler gauge
  • Dial indicator
  • Multimeter

Fungsi:

  • Mengukur panjang
  • Mengukur diameter
  • Mengukur ketebalan celah
  • Mengukur kelistrikan kendaraan

C. Mesin-Mesin Dasar Bengkel



Digunakan untuk membantu proses pengerjaan logam dan komponen otomotif.

Contoh Mesin:

  1. Mesin bor
  2. Mesin gerinda
  3. Mesin las
  4. Kompresor udara
  5. Mesin bubut
  6. Mesin frais

Fungsi:

  • Melubangi benda kerja
  • Menghaluskan permukaan
  • Menyambung logam
  • Menghasilkan udara bertekanan
  • Membentuk komponen silinder
  • Meratakan permukaan benda kerja

 

3. Peralatan Pendukung Bengkel

Contoh:

  • Ragum
  • Dongkrak
  • Jack stand
  • Tool box
  • Selang angin
  • Meja kerja

Fungsi:

  • Menjepit benda kerja
  • Mengangkat kendaraan
  • Menyimpan alat
  • Mendukung pekerjaan servis

 

4. Keselamatan Kerja (K3)



Dalam menggunakan alat dan mesin harus memperhatikan K3.

Aturan K3:

  • Menggunakan APD (sarung tangan, kacamata, sepatu safety)
  • Memeriksa kondisi alat sebelum digunakan
  • Menggunakan alat sesuai fungsi
  • Mematikan mesin setelah digunakan
  • Menjaga kebersihan area kerja

5. Tujuan Mengidentifikasi Alat dan Mesin

  • Mengetahui nama dan fungsi alat
  • Menggunakan alat dengan benar
  • Menghindari kerusakan alat
  • Mengurangi risiko kecelakaan kerja
  • Meningkatkan efisiensi kerja di bengkel

 

6. Contoh Tabel Identifikasi


No

Nama Alat

Jenis

Fungsi

1

Kunci Pas

Alat tangan

Mengencangkan baut

2

Jangka Sorong

Alat ukur

Mengukur diameter

3

Mesin Bor

Mesin

Membuat lubang

4

Gerinda

Mesin

Menghaluskan logam

5

Dongkrak

Peralatan bengkel

Mengangkat kendaraan

 

Kesimpulan

Mengidentifikasi alat, mesin, dan peralatan teknik mesin dasar sangat penting bagi siswa Teknik Otomotif karena menjadi dasar keterampilan bekerja di bengkel. Pemahaman fungsi dan cara penggunaan alat akan meningkatkan keselamatan, ketelitian, dan kualitas pekerjaan.

 

MATERI RANGKUMAN UKK

kisi-kisi

Hukum Ohm → V = I × R

- Arus → aliran elektron

- Tegangan → beda potensial

- Hambatan → penahan arus

- ⁠Resistor → membatasi arus

- Kapasitor → menyimpan muatan

- Dioda → arus satu arah

- Transistor → saklar/penguat

- Relay → saklar otomatis

- ⁠AC → bolak-balik (listrik rumah)

- DC → searah (baterai)

- ⁠Seri → arus sama

- Paralel → tegangan sama

- ⁠(Lampu Taman)

Gelap → nyala

Terang → mati

Sensor → LDR

Kontrol → transistor + relay

1. Kenapa LDR bisa berubah?

“Karena intensitas cahaya mempengaruhi resistansinya.”

2. Kenapa transistor bisa jadi saklar?

“Karena dapat mengontrol arus besar dengan arus kecil.”

3. Kenapa relay perlu dioda?

 “Untuk melindungi dari arus balik (back EMF).”

4. Apa itu short circuit?

 “Hubungan singkat yang menyebabkan arus besar.”

5. Kenapa tegangan turun?

“Karena adanya hambatan dalam rangkaian.”

6. Apa fungsi ground?

“Sebagai jalur pengaman ke tanah.”

 7. Kenapa alat tidak stabil?

 “Bisa karena tegangan tidak stabil atau komponen tidak sesuai.”

 8. Kenapa lampu redup?

 “Karena tegangan atau arus tidak cukup.”

 9. Apa itu daya listrik?

 “Energi listrik per waktu (P = V × I).”

 10. Kenapa burung tidak kesetrum?

 “Karena tidak ada beda potensial.”

LDR sebagai sensor cahaya, 

resistor untuk membatasi arus, 

transistor sebagai saklar, 

relay untuk mengontrol beban, 

dioda sebagai pengaman arus balik, kapasitor untuk menstabilkan tegangan, LED sebagai indikator, 

dan terminal sebagai penghubung kabel.

[14/4, 15.01] Erik Irawan: Kenapa ohm harus dikalibrasi?

 “Agar hasil pengukuran akurat.”


Kenapa beda arah bacanya?

“Karena skala ohm terbalik dibanding volt.”


Kalau salah skala?

 “Hasil tidak akurat atau alat bisa rusak.”

Skala (angka di layar)

Jarum penunjuk

Selector (pemilih mode)

Probe merah (+) & hitam (-)


A. Mengukur Tegangan (Volt)

👉 Langkah:

Putar ke DCV (kalau baterai) / ACV (kalau listrik rumah)

Pilih skala di atas perkiraan (misal 10V atau 50V)

Tempel probe paralel

Baca jarum

👉 Jawaban hafalan:

“Pengukuran tegangan dilakukan secara paralel dengan memilih skala yang sesuai.”


 B. Mengukur Arus (Ampere)

👉 Langkah:

Putar ke DCA

Rangkaian harus diputus

Probe dipasang seri

Baca hasil

👉 Jawaban hafalan:

“Pengukuran arus dilakukan secara seri dengan rangkaian.”


 C. Mengukur Resistansi (Ohm)

👉 Langkah:

Putar ke Ω (Ohm)

Hubungkan probe (short)

Set jarum ke nol (kalibrasi)

Ukur resistor

Baca dari kanan ke kiri

👉 Jawaban hafalan:

“Pengukuran resistansi harus dikalibrasi terlebih dahulu dan dibaca dari kanan ke kiri.

SISTEM KONTROL KONTAKTOR

 


Apa itu Sistem Kontrol Kontaktor?

Kontaktor adalah sakelar listrik yang bekerja secara elektromagnetik untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik pada beban besar, seperti motor listrik, heater, pompa, dan compressor, dst.

Sistem kontrol kontaktor adalah rangkaian yang digunakan untuk mengendalikan kerja kontaktor, biasanya menggunakan tombol, sensor, relay, timer, atau PLC.

Komponen Utama Sistem Kontrol Kontaktor

    1. MCB / Fuse
      Proteksi utama terhadap hubungan pendek.
    2. Kontaktor (Magnetic Contactor)
      Menghubungkan/memutus tenaga (power).
    3. Coil Kontaktor
      Kumparan yang menggerakkan kontaktor saat diberi tegangan (24V, 110V, 220V, tergantung tipe).
    4. Tombol Start (NO)
      Untuk mengaktifkan kontaktor.
    5. Tombol Stop (NC)
      Untuk memutus coil kontaktor.
    6. Auxiliary Contact (NO/NC)
      Kontak bantu untuk mempertahankan (holding) atau memberi interlock.
    7. Overload Relay (OLR)
      Proteksi beban lebih pada motor.

 

 

Cara Kerja Dasar Sistem Kontrol Kontaktor (Start–Stop)

Diagram Kendali Rangkaian Self Holding. Image by author

Prinsip umum:

    1. Tekan START, coil aktif → kontaktor menarik.
    2. Auxiliary NO berubah jadi tertutup → mempertahankan coil (self-hold).
    3. Tekan STOP, rangkaian coil terputus → kontaktor lepas.

 

Diagram Kontrol Dasar (Start–Stop)

Rangkaian Kontrol (Coil):

L ---- Stop (NC) ---- Start (NO) ---- Aux NO ---- Coil ---- N

Penjelasan:

    • Tombol Stop (NC) selalu terhubung, memutus jika ditekan.
    • Tombol Start (NO) hanya aktif saat ditekan.
    • Aux contact NO dari kontaktor menahan coil tetap aktif setelah Start dilepas.

 

Rangkaian Tenaga (Power):

L1 ----\

L2 ----- Kontaktor ---- Motor ---- N

L3 ----/

Jenis Sistem Kontrol Kontaktor yang Umum

 

Kontrol Start–Stop Motor sederhana

 

Start–Stop + Overload Relay (OLR)

 DOL Starter - Direct-On-Line Starter For 1 & 3-Phase Motors

diagram

Kontrol (220V coil)

L -----[STOP NC]----[START NO]----[ KM AUX NO ]----(COIL KM)---- N

                \-----------------(OLR NC)------------------/

Tenaga (motor 3Φ contoh)

L1 --- KM (main contact) --- F1(OLR) --- Motor U

L2 --- KM --------------------------- Motor V

L3 --- KM --------------------------- Motor W

BOM singkat

    • Kontaktor KM (coil 220VAC) + kontak utama 3-pole
    • Overload relay (OLR) sesuai rating motor
    • Stop (NC), Start (NO) pushbutton
    • Sekering / MCB, kabel, terminal block

Catatan

    • OLR biasanya di serial dengan salah satu fasa atau terpasang pada kontak utama (tergantung jenis).
    • Set OLR ke arus motor nominal.
    • KM AUX NO = kontak bantu normally-open pada kontaktor (self-hold).

 

  Kontrol Forward–Reverse (maju–mundur)

JS.5 - Operasi Membalik Putaran (Forward-Reverse) | PDF


2) Forward–Reverse (Maju–Mundur) dengan Interlock Listrik

Tujuan: ubah arah putaran motor 3-phase. Gunakan dua kontaktor (KMF, KMR) + interlock mekanik dan listrik.

Kontrol (220V coil)

L ----[STOP NC]----+----[FWD START NO]----[KMF AUX NO]----(COIL KMF)----N

                   |                                        

                   +----[REV START NO]----[KMR AUX NO]----(COIL KMR)----N

 

(Interlock listrik)

KMF AUX NC -----/---- in series with coil KMR

KMR AUX NC -----/---- in series with coil KMF

Simpler view per coil:

    • Coil KMF path includes KMR AUX NC (so KMR must be OFF to energize KMF)
    • Coil KMR path includes KMF AUX NC

Tenaga (phase swapping)

KMF closes: L1->U, L2->V, L3->W (forward)

KMR closes: L1->V, L2->U, L3->W (reverse)  <-- phases 1 & 2 swapped via contactor contacts

BOM

    • KMF (contactor forward), KMR (contactor reverse) — coil 220VAC
    • 2x pushbutton (FWD NO, REV NO), STOP NC
    • Interlock mekanik pada kontaktor jika tersedia (sangat dianjurkan)
    • OL relay di sisi tenaga (shared)

Catatan

    • Selalu pakai interlock mekanik + listrik (aux NC) agar kedua kontaktor tidak dapat aktif bersamaan (menghindari short phase).
    • Gunakan delay jika perlu (anti-stall) agar tidak beralih terlalu cepat.

 

Kontrol  Dasar  motor 3 phasa

 

3) Star–Delta (Bintang–Segitiga) Starter)

Tujuan: mengurangi arus start motor besar dengan start bintang lalu beralih ke delta.

Komponen utama: 3 kontaktor (KM1 = main, KM2 = star, KM3 = delta), timer (T), OLR.

Kontrol (220V coil)

L ----[STOP NC]----[START NO]----[KM1 AUX NO]----(COIL KM1)----N

                     |

                     +----(KM2 coil via KM1 AUX NO)  <-- KM2 (star) aktif langsung

                     |

                     +----(KM3 coil through T (delay) and interlock) <-- KM3 (delta) aktif setelah T

Lebih terstruktur:

    • Tekan START → KM1 + KM2 ON (motor terhubung bintang)
    • Timer T mulai menghitung → setelah T selesai, KM2 OFF, KM3 ON (beralih ke delta)

Tenaga (susunan kontak)

    • KM1 kontak utama memasok 3 fasa.
    • KM2 mengkoneksi ujung-ujung motor menjadi bintang.
    • KM3 mengkoneksi sesuai kisi delta.

BOM

    • KM1, KM2, KM3 (coil 220V)
    • Timer (adjustable, detik)
    • OLR, STOP, START

Catatan

    • Pastikan ada interlock agar KM2 dan KM3 tidak bersamaan.
    • Pilih waktu timer (mis. 5–15 detik tergantung motor/load).
    • Periksa diagram koneksi motor (U1,V1,W1 ; U2,V2,W2).

 

Kontrol menggunakan Timer

Kontrol menggunakan Float Switch / Limit Switch

 

Kontrol Motor  Star–Delta (bintang–segitiga) motor 3 phasa TIMER

Pemgaplikasian pada Pompa Otomatis dengan Float Switch (Pelampung) — 1 Pompa

Fungsi: otomatis ON saat tangki kosong (float rendah membuka), OFF saat penuh.

Komponen: kontaktor KM (220V coil), float switch (NO/NC tergantung tipe), STOP/START manual, OLR.

Kontrol (220V coil)

L ----[STOP NC]----[Start Manual NO]----+----[Float NO]----[KM AUX NO]----(COIL KM)----N

                                        |

                                        +----(Manual Start via START NO)---/

Atau untuk otomatis penuh:

    • Float switch biasanya NC jika dipasang di posisi penuh (atau NO tergantung skema) — sesuaikan wiring: float yang menutup saat rendah (NO) untuk memberi sinyal start.

Tenaga

L --- KM --- Fuse --- Pompa (Motor) --- N

BOM

    • Kontaktor KM (coil 220V)
    • Float switch (jenis NO untuk start saat rendah umum dipakai)
    • Manual START/STOP, OLR

Catatan

    • Pilih pelampung yang sesuai kondisi cairan (air bersih vs kotor).
    • Tambahkan delay anti-cycling jika pompa sering on-off.

5) Rangkaian Proteksi, Labeling & Tips Instalasi

Proteksi & keandalan

    • Gunakan MCB/MCB 3P untuk supply motor.
    • Sekering kontrol (fuse 220V) untuk coil + pushbuttons.
    • Grounding kuat untuk motor dan panel.
    • Kabel terpisah untuk rangkaian kontrol (fine wire) dan tenaga (thick wire).
    • Terminal block rapi + penanda (KM1, KM2, KM3, OL, T).

Penomoran dan penandaan

    • Kontaktor: KM1 (main), KM2 (star/forward), KM3 (delta/reverse) — konsisten di gambar.
    • Kontak bantu: KM1.1 (NO), KM1.2 (NC) — beri label pada panel.

Wiring practice

    • Tarik kawat fase (L1,L2,L3) langsung ke kontak utama kontaktor.
    • Pastikan coil 220V disuplai lewat STOP/START dan kontak bantu sesuai logika.
    • Tempatkan OLR di sisi motor untuk proteksi thermal; hubungkan trip contact OLR ke rangkaian kontrol (NC) agar memutus coil saat trip.

Contoh singkat wiring daftar koneksi (Start–Stop + OLR)

    • L (fase 220V) → STOP NC → START NO → KM1.AUX.NO → COIL KM1 → N
    • Contact KM1 main 3-pole di seri dengan motor
    • OLR NC di seri pada jalur coil atau jalur tenaga sesuai tipe

Menerapkan Perawatan dan Perbaikan pada Engine Management System (EMS) Sepeda Motor

  Materi Pembelajaran Menerapkan Perawatan dan Perbaikan pada Engine Management System (EMS) Sepeda Motor. Gambar Module  Engine Management...