Translate

Penjelasan bagian bagian dari komponen Pasif

 2. Komponen Pasif

Komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja. Beberapa komponen elektronika yang tegolong komponen pasif yaitu : Resistor, Kapasiotr, dan Induktor.

A. Resistor

Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.

Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :

·         Resistor yang Nilainya Tetap

·         Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.

·         Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor

·         Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)

 

Cara menghitung nilai Resistor

 

Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.

 

Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Warna

Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

 

Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

 

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :



Tabel Kode Warna Resistor

 

Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :

Cara menghitung nilai resistor 4 gelang


Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2

Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)

Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

 Contoh :

 

Gelang ke 1 : Coklat = 1

Gelang ke 2 : Hitam = 0

Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105

Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%

Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

 

Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna :



Cara Menghitung Nilai Resistor 5 Gelang Warna

 

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2

Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-3

Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)

Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

 

Contoh :

 

Gelang ke 1 : Coklat = 1

Gelang ke 2 : Hitam = 0

Gelang ke 3 : Hijau = 5

Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105

Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%

Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.

 

Contoh-contoh perhitungan lainnya :

 Merah, Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi

Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

 

Cara menghitung Toleransi :

2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =

2200 – 5% = 2.090

2200 + 5% = 2.310

ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm

 

Untuk mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti berikut :

 

HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU

(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)

Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Angka :

Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)



Resistor Chip

Contoh :


Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;

 

Contoh cara pembacaan dan cara menghitung nilai resistor berdasarkan kode angka adalah sebagai berikut :

 

Masukkan Angka ke-1 langsung = 4

Masukkan Angka ke-2 langsung = 7

Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³

Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)

 

 Contoh-contoh perhitungan lainnya :

 222 → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm

 103 → 10 * 10³ = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm

 334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm

 

Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :

(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)

4R7 = 4,7 Ohm

0R22 = 0,22 Ohm

 

Keterangan :

 

Ohm = Ω

Kilo Ohm = KΩ

Mega Ohm = MΩ

1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )

1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)

1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)

Jenis-jenis Resistor dan Simbolnya


B. Kapasitor

 

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F).

Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :

·         Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka

·         Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.

·         Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah

·         Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum

·         Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

 

Rumus  Perhitungan Capasitor
Berikut ini adalah nilai Kapasitansi Standar untuk Kapasitor Tetap yang umum dan dapat ditemukan di Pasaran :

Menurut Tabel diatas, hanya sekitar 133 nilai Standar Kapasitor Tetap yang umum dan dapat ditemukan di Pasaran. Jadi bagaimana kalau nilai kapasitansi yang paling cocok untuk rangkaian Elektronika kita tidak ditemukan di Pasaran atau bukan nilai Standar Kapasitor Tetap? Jawabannya adalah dengan menggunakan Rangkaian Seri ataupun Rangkaian Paralel Kapasitor.

Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator)

Rangkaian Paralel Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Kapasitor yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel. Dengan menggunakan Rangkaian Paralel Kapasitor ini, kita dapat menemukan nilai Kapasitansi pengganti yang diinginkan.

Rumus dari Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator) adalah :

Ctotal = C1 + C2 + C3 + C4 + …. + Cn

Dimana :

Ctotal = Total Nilai Kapasitansi Kapasitor
C
1     = Kapasitor ke-1
C
2    = Kapasitor ke-2
C
3    = Kapasitor ke-3
C
4    = Kapasitor ke-4
C
n     = Kapasitor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Paralel Kapasitor

Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Paralel Kapasitor

Seorang  Perancang Rangkaian Elektronika ingin merancang sebuah Peralatan Elektronika, salah satu nilai Kapasitansi yang diperlukannya adalah 2500pF, tetapi nilai tersebut tidak dapat ditemukannya di Pasaran Komponen Elektronika. Oleh karena itu, Perancang Elektronika tersebut menggunakan Rangkaian Paralel untuk mendapatkan nilai kapasitansi yang diinginkannya.

Penyelesaian :

Beberapa kombinasi yang dapat dipergunakannya antara lain :

1 buah Kapasitor dengan nilai 1000pF
1 buah Kapasitor dengan nilai 1500pF

Ctotal = C1 + C2
Ctotal = 1000pF + 1500pF
Ctotal = 2500pF

Atau

1 buah Kapasitor dengan nilai 1000pF
2 buah Kapasitor dengan nilai 750pF

Ctotal = C1 + C2 + C3
Ctotal = 1000pF + 750pF + 750pF
Ctotal = 2500pF

 

 

Rangkaian Seri Kapasitor (Kondensator)

Rangkaian Seri Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah dan lebih Kapasitor yang disusun sejajar atau berbentuk Seri. Seperti halnya dengan Rangkaian Paralel, Rangkaian Seri Kapasitor ini juga dapat digunakan untuk mendapat nilai Kapasitansi Kapasitor pengganti yang diinginkan. Hanya saja, perhitungan Rangkaian Seri untuk Kapasitor ini lebih rumit dan sulit dibandingkan dengan Rangkaian Paralel Kapasitor.

Rumus dari Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator) adalah :

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + 1/C4 + …. + 1/Cn

Dimana :

Ctotal = Total Nilai Kapasitansi Kapasitor
C
1     = Kapasitor ke-1
C
2    = Kapasitor ke-2
C
3    = Kapasitor ke-3
C
4    = Kapasitor ke-4
C
n     = Kapasitor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Seri


Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Seri Kapasitor

Seorang Engineer ingin membuat Jig Tester dengan salah satu nilai Kapasitansi Kapasitor yang paling cocok untuk rangkaiannya adalah 500pF, tetapi nilai 500pF tidak terdapat di Pasaran. Maka Engineer tersebut menggunakan 2 buah Kapasitor yang bernilai 1000pF yang kemudian dirangkainya menjadi sebuah Rangkaian Seri Kapasitor untuk mendapatkan nilai yang diinginkannya.

Penyelesaian :

2 buah Kapasitor dengan nilai 1000pF

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2
1/Ctotal = 1/1000 + 1/1000
1/Ctotal = 2/1000
2 x Ctotal = 1 x 1000
Ctotal = 1000/2
Ctotal = 500pF

 Jenis-jenis Kapasitor dan Simbolnya


RUANG KERJA PEMBUATAN PROGRAM PADA PLC

 Berikut adalah contoh ruang keja pembuatan program untuk PLC Omron menggunakan software syswin 3.4


Menggunakan software CX- Programmer


Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana proses persiapan pembuatan  program dengan bahasa Ladder menggunakan SYSWIN,CX-Programer, sysmac dan bagaimana menggunakan beberapa tool untuk menambah produktifitas. SYSWIN mempunyai beberapa metoda kerja dengan menggunaakn tool yang tersedia, anda dapat menggunakan salah satu mouse atau keyboard untuk membuat program.
Gunakan perintah File/New untuk memulai pembuatan proyek baru. Maka dialog Project Setup akan nampak di layar, sehingga anda dapat men-setup parameter-parameter dasar. Kemudian anda kembali ke ruang kerja 
pemrograman dan siap utuk memberi instruksi input dalam network yang pertama.Ruang kerja untuk penggunaan software dalam pemograman menggunakan ladder ditampilkan pada sisikiri untuk software syswin dan pada sisi atas  untuk CX-Programmer. Contoh instruksi dasar yang ditampilkan

 1. Pembuatan Program dan jenis

Pembuatan program dapat digunakan Komputer dan Programming  Console dan jenis program ( diagram ) yang dibuat dapat dengan menggunakan Ladder ( diagram tangga ), Logic gate ( gerbang logika ) maupun Statement list ( Mnemonik )  Contoh


 


 Titik percabangan dalam ladder disebut TR (temporary relay), lihat gambar
Kode Mnemonic


PENERAPAN K3 DALAM DUNIA INDUSTRI

 

PENGERTIAN UMUM

  1. KESELAMATAN KERJA adalah daya upaya yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja, hasil karya dan budayanya.
  2. KESEHATAN KERJA adalah kesehatan yang khusus meliputi upaya untuk mengatur kebersihan, peredaman udara/ suhu, penerangan dll. disemua tempat kerja guna melindungi kesehatan jasmani maupun rohani tenaga kerja.
  3. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA merupakan upaya yang ditujukan untuk menjamin / menjaga / melindungi keselamatan dan kesehatan badan, jiwa manusia sesuai dengan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diberlakukan. 





Syarat - syarat keselamatan kerja. Kewajiban dan hak-hak tenaga kerja.

UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja antara lain berisikan pokok-pokok tentang :

  1. Syarat - syarat keselamatan kerja.
  2. Kewajiban dan hak-hak tenaga kerja.
  3. Kewajiban manajemen ( pengurus )

SYARAT SYARAT KESELAMATAN KERJA

•       Mencegah dan mengurangi : kecelakaan, bahaya peledakan.

•       Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.

•       Memberikan : pertolongan pada kecelakaan, alat-alat perlindungan diri pada pekerja, kesempatan/ jalan menyelamatkan diri waktu terjadi kebakaran atau kejadian-kejadian berbahaya lainnya.

•       Mencegah dan mengendalikan timbulnya : penyakit akibat kerja, penyebarluasan radiasi/ suara/ getaran/ sinar/ gas/ kotoran/ debu/ asap/ kelembaban udara/ hembusan angin dll.

•       Menyelenggarakan : penerangan yang sesuai, penyegaran / suhu udara yang cukup.

•       Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban lingkungan.

•       Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.

•       Mengamankan dan memperlancar pekerjaan : pengangkutan, bongkar muat, perlakuan/penyimpanan barang.

•       Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.

•       Mencegah terkena sengatan aliran listrik.

•       Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang potensi bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Kewajiban dan hak-hak tenaga kerja

•       Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pengawas / ahli keselamatan dan kesehatan kerja.

•       Memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan.

•       Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja.

•       Meminta kepada manajemen agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.

•       Menyatakan keberatan kerja pada situasi pekerjaan dimana syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus akan ditentukan lain.

Manajemen (pengurus) sesuai petunjuk pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja, berkewajiban

•       Dalam tempat kerja dan pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan mudah terbaca menempatkan secara tertulis a.l : semua syarat-syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, undang-undang serta peraturan-peraturan yang berlaku pada tempat / jenis kerja yang bersangkutan.

•       Memasang gambar-gambar keselamatan kerja yang diwajibkan.

Menyediakan dalam jumlah yang cukup alat-alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerjanya, termasuk menyediakan pula bagi orang lain yang akan memasuki tempat kerja tersebut.

Mengidentifikasi simbol-simbol rangkaian pengendali Actuator (Pneumatik)

Komponen dan simbol pengontrolan dengan Elektromagnetik dan Actuator (Pneumatik)

Untuk merancang/menggambarkan suatu instalasi pengontrolan motor listrik, biasanya digambarkan dalam bentuk simbol.

Untuk dapat digunakan pada perencanaan pengontrolan motor listrik, maka setiap simbol di bawah ini harus dipahami cara kerjanya.

1.Tombol Tekan

a. Simbol Tombol Tekan



Tabel 1 Lambang pada tombol tekan

b. Bentuk Fisik Tombol Tekan

Tombol tekan disebut juga saklar tekan atau Push botton. Bekerja pada saat tombol ditekan akan merubah kontak NO menjadi terhubung/tertutup dan NC menjadi terputus/terbuka. Berdasarkan jenis kontaknya terdiri dari: Single kontak dan Double kontak.

Lihat lebih jelas cara kerja push button (tombol tekan)

 

2. Kontaktor Magnet

a. Simbol Kontaktor Magnet

Tabel 2 Kontaktor Magnet

b. Bentuk Fisik Kontaktor Magnet


Kontaktor magnit adalah saklar yang bekerja berdasarkan elektromagnetis yang digunakan untuk membuka dan menyambung rangkaian listrik (load). Kontaktor magnit bekerja untuk merubah kontak-kontak Normally Open (NO) dan Normally Close (NC).

Pada kontaktor magnet terdapat dua kontak yaitu: Kontak Utama (NO) yang diberi nomor terminal 1-2, 3-4 dan 5-6. dan kontak bantu dengan nomor terminal 13-14 (NO) dan 21-22 (NC).

Kontak utama pada terminal 1-3-5 dihubungkan ke sumber energi dan terminal 2-4-6 dihubungkan ke beban (load).

Terminal A1-A2 merupakan kumparan penguat magnit (koil) yang berfungsi untuk menghasilkan kemagnitan. Kontaktor magnit pabrikan terdiri dari beberapa kontak diantaranya: 3NO+1NO; 3 NO+1NO 1NC; 3 NO+2NO 2NC. Untuk kemampuan arusnya dapat memilih dengan kemampuan arus 10 A; 15 A; 25 A; 30A; 50 A dll.

Lihat lebih jelas cara kerja kontaktor magnet.

3. Thermal Over load Relay (TOR)

a. Simbol TOR

Tabel 3 TOR

b. Bentuk Fisik TOR

Thermal Over load Relay adalah peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.
Jaringan listrik akan putus bila arus yang melewati lebih besar dari setting arus Thermal Over Load Relay dengan melalui proses panas yang terdapat pada relay. Pada saat me-reset memerlukan waktu untuk mengaktifkan kembali karena perlu proses pendinginan temperature terlebih dahulu.

4. Saklar Waktu ( Time Relay ) : On Delay dan Off Delay

Timer adalah saklar penunda waktu yang digunakan sebagai alat bantu sistim pengendali. Berdasarkan sifat saklarnya, timer ini terbagi menjadi dua yaitu: timer on delay berfungsi untuk menunda waktu ON saklar. Timer off delay berfungsi untuk menunda waktu OFF saklar .



Simbol Saklar Waktu

Tabel 4 Saklar Waktu


b. Bentuk Fisik Saklar Waktu

Terminal Nomor 2-7 ke sumber tegangan, Kontak NO nomor 1-3 dan 6-8 dan kontak NC nomor 1-4 dan 5-8 seperti dibawah ini.


5. Lampu Indikator

a. Simbol Lampu Indikator

b. Bentuk fisik lampu indikator

Lampu tanda/indikator berfungsi untuk memberi tanda bagi operator bahwa panel dalam keadaan kerja/bertegangan atau tidak. Warna merah sebagai tanda panel dalam keadaan kerja, maka harus hati-hati.

Sedangkan warna hijau bahwa panel dalam keadaan ON arus mengalir kerangkaian beban listrik. Lampu indikator ini juga berfungsi sebagai tanda tegangan kerja 3 fase, dengan warna lampu merah, kuning, hijau.



Penjelasan bagian bagian dari komponen Aktif

 

1. Komponen Aktif

Komponen aktif adalah komponen-komponen di dalam rangkaian elektronik yang mempunyai penguatan atau mengarahkan aliran arus listrik. Di antaranya adalah transistor, dioda, IC (Integrated Circuit).

A. Transistor

 

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

Fungsi Transistor Lainnya :  

·         Sebagai penguat amplifier.

·         Sebagai pemutus dan penyambung (switching).

·         Sebagai pengatur stabilitas tegangan.

·         Sebagai peratas arus.

·         Dapat menahan sebagian arus yang mengalir.

·         Menguatkan arus dalam rangkaian.

·         Sebagai pembangkit frekuensi rendah ataupun tinggi

 

B. Dioda

 

Dioda adalah komponen aktif semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik. Dioda berasal dari pendekatan kata dua elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda semikonduktor hanya melewatkan arus searah saja (forward), sehingga banyak digunakan sebagai komponen penyearah arus. Secara sederhana sebuah dioda bisa kita asumsikan sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup.

Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :

·         Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).

·         Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.

·         LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.

·         Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.

·         Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .

·         Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.

 Jenis dan Simbol Dioda

jenis-jenis dan simbol dioda

C. IC (Integrated Circuit)

 

IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).

Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

Simbol IC

MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA

    


Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi elektronika sebagai groundwork teknologinya contoh ; Dirumah, kita sering melihat televisi, mendengarkan lagu melalui tape atau CD, mendengarkan radio, berkomunikasi dengan telephone. Dikantor kita menggunakan komputer, mencetak dengan printer, mengirim pesan dengan faximile, berkomunikasi dengan telephone. Dipabrik kita memakai alat deteksi, mengoperasikan robotic perakit, dan sebagainya. Bahkan dijalan raya kita bisa melihat lampu lalu-lintas, lampu penerangan jalan yang secara otomatis hidup bila malam tiba, atau papan reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang lainnya. Dari semua uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan lepas dari perangkat yang menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya. Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika seperti diatas biasanya disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices)  

Pengertian Elektronika

Elektronika merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi.

Revolusi besar-besaran terhadap elektronika terjadi sekitar tahun 1960-an, dimana saat itu mulai ditemukan suatu alat elektronika yang dinamakan Transisor, sehingga dimungkinkan untuk membuat suatu alat dengan ukuran yang kecil dimana sebelumnya alat- alat tersebut masih menggunakan tabung-tabung facum yang ukurannya besar serta mengkonsumsi listrik yang besar. Hanya dalam kurun waktu 10 tahun sejak ditemukan nya transistor, ditemukan sebuah rangkaian terintegrasi yang dikenal dengan IC ( Integrated Circuit ) merupakan sebuah rangkaian terpadu yang berisi puluhan bahkan jutaan transistor di dalamnya. Sehingga kita bisa melihat sebuah perangkat elektronika semakin kecil bentuknya tetapi semakin banyak fungsinya sebagai contoh smartphone genggam ( Handphone ) yang anda pakai saat ini dengan cellphone genggam yang anda pakai beberapa tahun yang lalu. Yah semua itu berkat revolusi Silikon sebagai bahan dasar pembuatan Transistor dan IC atau CHIP.

Elektronika mempunyai 2 komponen diantaranya yaitu :

1. Komponen Pasif

Komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa sumber tegangan. Komponen pasif terdiri dari Hambatan atau tahanan, kapasitor atau kondensator, induktor atau kumparan dan transformator.

2. Komponen Aktif

Komponen aktif merupakan komponen yang tidak dapat bekerja tanpa adanya sumber tegangan. Komponen aktif terdiri dari dioda dan transistor.

Pada pembuatan rangkaian elektronika diperlukan peralatan tambahan seperti ( Obeng, tang, bor dan sebagainya) dan juga papan sirkuit yang digunakan untuk tempat menempelnya komponen elektronika (seperti PCB, Wishboard, dan sebagainya).


Fungsi Sensor dan power suplly dalam Perakitan Robot

 Sensor :


Sensor merupakan bagian yang cukup penting didalam kontrol Robot terutama untuk Robot Autonomous. Berbeda dengan kontrol Robot Manual yang digerakkan dengan campur tangan manusia melalui PC atau Keypad atau juga Remote Control. Sensor berfungsi sebagai pengindera Robot. Robot dapat berjalan mengikuti Jalur dengan dibimbing oleh Sensor. Robot dapat berjalan mendekati sumber api jika menggunakan sensor suhu untuk bergerak.
Sensor yang dapat digunakan untuk mengendalikan Robot antara lain adalah : Sensor Infra Merah (IR) merupakan sensor cahaya tak tampak (Invisible), Sensor Cahaya (Visible) yang mendeteksi ada tidaknya cahaya tampak, tentunya terbatas akan dipengaruhi oleh cahaya dilingkungan sekitar, Sensor Ultrasonik yang bekerja dengan mengirimkan sinyal suara ultra, seperti yang digunakan dalam perangkat navigasi kelelawar, sehingga kelelawar dapat terhindar dari tabrakan walaupun bergerak didalam gelap. Dengan demikian dalam prakteknya sensor ultrasonik dapat digunakan oleh Robot untuk mendeteksi halangan, atau bahkan kamera sebagai mata Robot untuk melihat.


Sensor yang dapat digunakan untuk mengendalikan Robot antara lain adalah : Sensor Infra Merah (IR) merupakan sensor cahaya tak tampak (Invisible), Sensor Cahaya (Visible) yang mendeteksi ada tidaknya cahaya tampak, tentunya terbatas akan dipengaruhi oleh cahaya dilingkungan sekitar, Sensor Ultrasonik yang bekerja dengan mengirimkan sinyal suara ultra, seperti yang digunakan dalam perangkat navigasi kelelawar, sehingga kelelawar dapat terhindar dari tabrakan walaupun bergerak didalam gelap. Dengan demikian dalam prakteknya sensor ultrasonik dapat digunakan oleh Robot untuk mendeteksi halangan, atau bahkan kamera sebagai mata Robot untuk melihat.

Power Supply

Sebagai sumber tenaga penggerak atau power supply bagi Robot dapat menggunakan sumber dari batterai atau adaptor. Dan biasanya power supply tersebut memer rangkaian Regulator untuk mengatur voltase atau tegangan keluaran sesuai kebutuhan. Pada dasarnya setiap komponen atau rangkaian memerlukan catuan daya, yang terkadang besarannya berbeda, seperti untuk Mikrokontroler memerlukan catuan sebesar 5 - 9 Volt, sedangkan untuk Motor memerlukan 10 – 24 Volt. Sehingga dalam prakteknya sumber catuannya dibedakan untuk kedua komponen diatas. Rangkaian untuk Regulator power supply adalah sebagai berikut :



Menerapkan Perawatan dan Perbaikan pada Engine Management System (EMS) Sepeda Motor

  Materi Pembelajaran Menerapkan Perawatan dan Perbaikan pada Engine Management System (EMS) Sepeda Motor. Gambar Module  Engine Management...